Cursor

Jumat, 19 April 2013

Ayat Ayat ghoribah ( isymam,imalah,dll )

ا شمام  ( ISYMAAM )
Secara bahasa ISYMAAM berarti monyong, sedangkan menurut istilah adalah :
ضم الشفتين بعيد الاسكان اشارة بالضم بغير صوت وبغير تنفس 
( DHOMMUSYSYAFATAINI  BU'AIDAL-ISKAANI  ISYAROTUN  BIDHDHOMMI  BIGHOIRI  SHOUTIN  WABIGHOIRI  TANAFFUSIN )  artinya : memonyongkan dua bibir tanfa bersuara dan bernafas untuk mengiringi huruf yang bersukun, sebagai isyarat dhommah.
di dalam al-quran, Isymam hanya ada pada suroh Yusuf ayat 11, yaitu pada lafazh :
لا تأ منا  ( LAA  TA-MANNAA )  cara membaca lafazh ini yaitu :
 ketika mengucapkan lafazh  MAN bibir dihimpun maju ( monyong ) seraya ditahan sejenak, sehingga seperti terdengar bunyi  LAA TA-MAUNNA. sedangkan bibir yang dimonyongkan tersebut adalah sebagai isyarat DHOMMAH.
 karena asal dari lafazh  لا تأ منا  adalah  لا تأ مننا ( LAA  TA-MANUNAA )

امالة   ( IMAALAH )
Secara bahasa IMAALAH berarti miring, sedangkan menurut Istilah adalah : 
ان ينحو بالفتحة نحو الكسرة وبالالف نحو الياء ( AN  YANHUWA  BIL-FATHATI  NAHWAL-KASROTI  WABIL-ALIFI  NAHWAL-YAA-I )  artinya :  menyondongkan (suara ) fathah ke arah kasroh dan ( suara ) alif ke arah yaa.  maksudnya ialah suara fathah condong ke arah kasroh, sehingga keluar bunyi mendekati huruf  " e " dalam kata jahe.
menurut qiroat imam hafs, IMALAAH hanya terdapat pada suroh HUD ayat 41.
 yaitu lafazh:  مجرىها  dibaca : MAJREEHAA. 

تسهيل  ( TASHIIL )
Secara bahasa TASHIIL berarti ringan, sedangkan menurut Istilah adalah : 
 النطق بين الهمزة والالف ( ANNUTHQU  BAINAL-HAMZATI  WAL-ALIFI ) artinya : mengucapkan huruf antara hamzah dan alif.   jadi, TASHIIL ialah meringankan ucapan dengan mengeluarkan suara antara hamzah dan alif.  dalam al-quran, TASHIIL hanya terdapat pada suroh FUSSHILAT
ayat 44, yaitu pada lafazh : ءأعجمي dibaca :  A-A'JAMIYYUN
pada  lafazh tersebut ,hamzah pertama dibaca biasa, sedangkan hamzah kedua dibaca ringan antara hamzah dan alif, tanfa madd.

 نقل ( NAQL )
Secara bahasa NAQL berarti memindahkan, sedangkan menurut Istlah adalah : 
ينقل حركة الهمزة الى الساكن قبلها فيحركه بحركتها ويحذف الهمزة 
( YUNQILU  HARKATAL-HAMZATI  ILASSAAKINI  QOBLAHAA  FAYUHARRIKUHU  BIHARKATIHAA  WA YUHDZAFUL-HAMZATU )
artinya : memindahkan harkat hamzah kepada huruf sebelumnya yang bersukun, kemudian huruf yang bersukun tersebut diberi harkat dari harkatnya hamzah, kemudian hamzahnya dibuang.
dalam al-quran NAQL hanya terdapat pada suroh AL-HUJUROT ayat 11, yaitu pada lafazh :
بئس الاسم   dibaca :  BI-SA LIS MU.

 
 

25 komentar:

  1. Boleh copas ngga untuk dicopy trus dibagikan dipengajian saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'afwan baru dibls, dengan senang hati silahkan semoga bermanfa'at, tp klo bisa mohon di cantumkan sumbernya dari Blog INI. SYUKRON

      Hapus
    2. assalamu'alaikum, ananda minta izin copas ya ustadz.

      Hapus
    3. wa'alaikumsalam..tafadhal, semoga bermanfa'at

      Hapus
  2. Tntang tashiil.
    assajdah itu smpai ayt 30.
    Jdi brada dmana tashiilnya?
    Syukran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukron atas koreksinya : maksudnya suroh fusshilat ayat 44.

      Hapus
  3. Assalamualaikum wrt..
    mohon copy ye...syukran
    barakallah fiik

    BalasHapus
  4. wa'alaikumsalam wr wb..ahsan,tafadhol..baarokallohu fiikum ajma'in, amin.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. sakat ada, di postingnya setelah ayat ayat ghoribah sebelum tanda tanda waqaf, lihat postingan bulan april..syukron.

      Hapus
  6. assalaamu'alaikum...
    ustad.. ana mau kopas untuk ana masukan kedalam buku ana tentang tahsin qur'an... apa antum mengizinkan ustad..
    syukron... wasalaam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..tafadhal, saya izinkan semoga bermanfa'at..

      Hapus
  7. Assalamualaikum ustadz,
    Apa hukumnya jika membaca ayat ghoribah tetapi tidak mengikuti kaidah seharusnya. Misal ayat imalah yang harus dibaca "Majreha" tetapi dibaca "Majroha". Apakah mengubah artinya atau gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam wrwb..di dalam qiraat imam hafsh lafadz MAJROHA harus dibaca MAJREHA/di imalahkan, klo bacanya tidak di imalahkan tentu dari segi artinya ada perubahan. karena alasan diimalahkannnya lafadz MAJROHA adalah: untuk membedakan antara lafadz MAJROHA yang berarti berjalan di daratan dengan lafadz MAJROHA yang berarti berjalan di laut. Menurut salasatu kamus bahasa arab : kata MAJROHA berasal dari lafadz : JARO yang artinya berjalan/mengalir, lafadz tersebut bisa digunakan baik berjalan di daratan ataupun di atas air, ketika berjalan di atas air/laut biasanya tidak stabil, tidak seperti perjalanan yg di lakukan di darat. terkadang diterjang gelombang/ombak atau angin, sehingga dipandang tepat bila lafadz MAJROHA itu diimalahkan membacanya. jadi MAJREHA..wallahu a'lam.

      Hapus
  8. Subhaanallah, kiranya ini akan bermanfaat bagi para pembaca sebagai tahsin, syukran.

    BalasHapus
  9. makasih ustadz sangat membantu sbg persiapan menjalani ulangan... syukron

    BalasHapus
  10. Syukran ustadz. Unik ya yang hukum bacaan Imalah. Seperti logat Sunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah alquran sebagai mu'jizat terbesar,dan pedoman hidup yg akan menyelamatkan di dunia dan akhirat. di bacanya kan jadi ibadah asalkaan sesuai dengan ilmu tajwidnya, dan bacaan imam 'ashim riwayat hafsh adalah bacaan yg paling mudah..salasatunya yaitu bacaan imalah yg terdapat hanya satu tempat dlm alquran.

      Hapus
  11. Alhamdulillah... terimakasih sudah berbagi ilmunya, tapi sy ingin langsung dengar bacaan nya, dan tolong whatsapp di nomor hp saya. 081803568968

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum Ustad, manfaat banget ini, alhamdulillah sy jd ngerti
    ijin share di fb y..
    swn :)

    BalasHapus
  13. Masha Alloh tabaarokalloh.. jazakallohu ahsanal jaza Ustad sharing ilmunya sangat bermanfaat untuk kami-kami yang masih dho'if

    BalasHapus