Cursor

Kamis, 09 Mei 2013

Fardhu Fardhunya Wudhu

Berikut ini ada enam perkara yang termasuk Fardhu Fardhunya Wudhu, yaitu :
1.Niat. menurut syara' yang disebut niat itu adalah : قصد شيء مقترنا بفعله
( QOSHDU  SYAI-IN  MUQTARONAN  BIFI'LIHI ) artinya : bermaksud kepada sesuatu  dibarengi dengan mengerjakannya. jika bermaksud kepada sesuatu tapi tidak dibarengi dengan mengerjakannya, maka bukanlah  niat melainkan 'azam namanya.
Niat dalam hal berwudhu yaitu dilakukan ketika membasuh permulaan bagian muka.
artinya ia dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian muka ( wajah )
tidak secara keseluruhannya. dan tidak sebelum membasuhnya, tidak pula sesudahnya.
jadi wajiblah bagi orang yang berwudhu Niat menghilangkan hadats, atau Niat bersuci dari hadats.

2.Membasuh seluruh bagian muka.
adapun yang disebut muka ( wajah ) batasan panjangnya dari atas ke bawah yaitu : mulai tempat tumbuhnya rambut kepala sampai bagian bawah dagu.
sedangkan batasan lebarnya yaitu : mulai dari telinga yang satu kepada telinga yang satunya lagi.
dan apabila pada bagian muka tersebut terdapat rambut yang tumbuh, baik tumbuh secara tebal ataupun tipis, maka wajib membasuh bagian luar dan bagian dalamnya ( kulit )
adapun jenggot laki laki yang tebal, yakni sekiranya orang yang berbicara dihadapannya
tidak dapat melihat kulitnya, maka wajiblah membasuh bagian luarnya saja.
tapi apabila jenggotnya tipis, yakni sekiranya orang yang berbicara dihadapannya dapat melihat kulitnya, maka wajiblah membasuh sampai ke kulitnya.
berbeda dengan jenggot yang seumpamanya tumbuh pada  wanita atau banci,
maka wajiblah membasuh bagian luar dan bagian kulitnya, sekalipun jenggotnya tebal.

3.Membasuh dua tangan sampai siku-sikunya. ( dibasuh dengan siku-sikunya )
apabila seseorang tidak mempunyai dua siku-siku, maka pembasuhan dapat dilakukan
dengan cukup memperkirakan saja.
dan juga wajib membasuh benda benda yang terdapat pada kedua tangan, misalnya :
bulu, kutil, jari tambahan dan kotoran yang ada dibawah kuku, maka wajib dihilangkan.
sebab hal itu dapat menyebabkan terhalangnya air untuk sampai kepada bagian juz yang ada dibawah kuku.

4.Mengusap sebagian dari kepala.
baik bagi laki-laki ataupun perempuan, wajib mengusap rambutnya, ataupun kulitnya bagi orang yang tidak tumbuh rambut dikepala, asalkan berada  di daerah sekitar kepala.
apabila seseorang melakukannya dengan membasuh,( bukan mengusapnya ) maka hukumnya shah.
dan apabila seseorang mengusap kepalanya tidak dengan tangan, melainkan dengan menggunakan kain umpamanya, maka diperbolehkan juga ( shah )

5.Membasuh dua kaki beserta mata kakinya.
dan juga wajib membasuh setiap benda yang terdapat diatas dua kaki, misalnya bulu, kutil, jari tambahan dll. sebagaimana yang telah di terangkan pada kedua tangan.

6.Tertib.
yaitu berurutan di dalam mengerjakan wudhu, sesuai dengan urutan-urutan kefardhuannya.
sehingga tidak mendahulukan anggota yang seharusnya  dilakukan belakangan.


                                                                                                   ( fathulqorib)

7 komentar:

  1. ass. setiap pekerjaan harusnya dimulai dengan niat,, bekerja atau bertindak tandpa niat terlebih dahulu atau dengan niat untuk melakukan sesuatu usaha itu artinya bekerja tanpa tujuan dan tidak banyak orang yang niatnya timbul ketika bekerja bahkan sebaliknya dia berniat dahulu sebelum bekerja.. kenapa harus niat wudhu harus di bacakan bersamaan dengan membasuh muka, tidak boleh sebelum dan sesudahnya.. bukannya niat itu sebelum melakukan sesuatu; misalnya saya berbuka puasa saya harusnya niat dulu baru berbuka atau berbuka di barengi mengucapkan niat berbuka?? trimakasih semoga bisa di jelaskan

    BalasHapus
  2. wss.di dalam kitab fiqih,definisi niat adalah: QOSHDUSYAI'I MUQTARONAN BIFI'LIHI :bermaksud melakukan suatu perkara dgn di barengi melakukannya perkara tersebut.
    jd apabila kita niat melakukan sesuatu,tapi tidak di barengi dengan melakukannya,maka yg demikian itu bukanlah niat melainkan 'azam namanya. ( kitab kaasyifatussajaa )

    dlm berwudhu,yg menjadi awal/fardhu melakukan wudhu adalah ketika membasuh muka,maka posisi niat itu wajib berbarengan dgn membasuh muka tersebut.jd apabila berwudhu melakukan niatnya sebelum membasuh muka ataupun sesudahnya,maka wudhunya tdk sah.
    hal ini berbeda dgn puasa. awal melakukan puasa adlh dr mulai fajar,sdngkn mennentukan awal fajar itu sngt sulit,oleh sebab itu dlm berpuasa wajib, melakukan niatnya tidaklah diwajibkan berbarengan dgn mulai fajar melainkan pada malam hari/sebelum mulai melakukan berpuasa. bahkan apabila puasa wajib melakukan niatnya berbarengan dgn fajar maka puasa nya tidak sah.


    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi dalam berwudhu tidak boleh seseorang berniat sebelum atau sesudah membasuh muka, karena hal itu tidak sesuai dgn tuntunan ilmu fiqih.

      Hapus
  3. ass.. penjelasan ini sangat bermanfaat bagi saya dan smoga bisa di jadikan pelajaran jika ada orang yg menanyakan hal yg sama kepada saya nantinya.. amin
    terimakasih atas penjelasannya ustadz,, jujur saya baru paham hal ini, di tempat saya (maluku utara) kita di ajarkan cara berwudhu yang lain dari yang ustadz jelaskan tadi,, di sana cara berwudhu di mulai dari tanggan, mulut (kumur2), muka, kemudian siku, membasuh sebagian kepala dan terakhir membsuh telpak dan mata kaki.. cara berwudhu ini bahkan sudah menjadi panutan dan di gambarkan (banyak yg jual gambar)cara berwudhu tersebut.. bahkan para jamaah tablig yg pernah saya temui juga melakukan hal yg sama ustadz... bagaimana pendapat ustadz?? apakah yang selama ini di ajarkan atau yg saya yakini itu apakah tidak sah jika cara berwudhu yg benar baru sya ketahui skrang?? terimakasih wass..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wss..oh iya sama sama saudaraku, cara berwudhu seperti itu benar,dimulai dari membasuh telapak tangan,berkumur,memasukan air ke hidung,cuman amalan seperti itu sunnat hukumnya.saudara bisa lihat pada blog ini di bagian sunat sunatnya wudhu!! dan amalan yg wajibnya adalah dimulai dari membasuh muka yg disertai niat tadi,itulah yg disebut fardhu wudhu yg jumlahnya ada 6 :( niat, membasuh seluruh muka, membasuh dua tangan dengan siku sikunya, mengusap sebagian dari kepala,membasuh dua kaki beserta kedua mata kakinya, tertib.
      nah kalau yg 6 ini tidak dilakukan, maka wudhunya tidak sah..trmksh saudaraku..

      Hapus